Achtung!!!

Posted on: Thu, 22 Nov 2007 - 17:38 By: amed

Banjarmasin, 22 November 2007

Oleh-Oleh

Kita bukan lagi derak-derak bebatuan dan alas kaki
Atau bisik-bisik kecil pemecah sunyi
Bukanlah lagi warna-warni asing bagi hijau
Ataupun percik-percik tertimpa kemilau
Beberapa dari kita telah berbeda
Walau ini masih setapak yang sama
Dalam setetes peluh yang diserap tanah
Ada simfoni merdu yang alam telah gubah
Gemuruh menyimpan tanya
Tak terkata dalam dentumannya
Hanya mengikis batu-batu
Menyelusup dalam ragu
Tak ada jawab, kita bisu
Menyaksikan sehelai daun jatuh dari hulu
Dan di ujung senja Ada biru dalam jingga kita

-= 11 Mei 2002 =-

Bulan puisi itu sudah lewat, memang. Dan bukan sekadar ikut-ikutan kalau akhirnya saya posting "puisi" juga...

Beberapa hari lalu saya membongkar CD arsip lama demi mencari file ketikan tugas. Lah tak dinyana, dalam sebuah folder saya menemukan dokumen ini, Achtung.doc, terenkripsi password dan beratribut hidden. Saya teringat kembali, ketika masih muda dan bersemangat pernah getol-getolnya membuat karya yang kami anggap sebagai "puisi". Nah, beberapa karya tersebut ternyata sempat saya ketik sebelum saya arsipkan ke CD, dan kemudian harddisk-nya jebol gara-gara pencuri tower keparat.

Dan membaca lagi "puisi" di atas... Maha karya lima tahun yang lalu... Wakakak!! Saya kok pengen ketawa ya?

Saat itu rasanya saya sudah menghabiskan semua perbendaharaan kata dalam menggubahnya, lah kok sekarang kesannya garing dan sok puitis bangget? Selain itu, seingat saya ini "puisi" ditulis di Loksado, hanya saya lupa temanya tentang apa...