Games

Posted on: Thu, 20 Nov 2008 - 14:49 By: amed

Diddy-Dixie

Cicit... cicit...

Saya bukan seorang hardcore gamer yang hidup hanya untuk bermain video game, namun harus diakui saya juga penikmat permainan digital. Yah, setidaknya wawasan saya soal game tidak separah si Oom yang dibuat KO anak esde ituh...

Seumur hidup saya tak pernah beli game konsol; ekonomi keluarga tidak memungkinkan hal itu. Saya hanya sempat pinjam SNES dan N64 kawan kala SMA, dan terkadang merental PlayStation bersama beberapa teman, dulu sekali (duh, rasanya sudah lama sekali tidak pegang stik PS...).

Pelariannya, saya akhirnya hanya menyukai game-game yang ada di PC, terutama yang spesifikasinya masih sanggup didukung oleh PC rakitan Taiwan berprosesor Pentium 4 1,5 GHz seperti yang saya miliki. Konsekuensinya jelas, Game semacam Assassin's Creed atau GTA San Andreas, atau yang macam Pro Evolution Soccer keluaran terbaru pastinya tidak akan dapat saya mainkan. Game terberat yang sempat saya coba adalah versi demo Tomb Raider Legend, dengan hasil gambar patah-patah, dan game simulasi Campus, yang bikin komputer saya bengong sampai tak mampu bergerak.

Solusinya adalah menjenguk era 90-an dan 2000-an awal. Saya lari ke emulator, utamanya SNES dan N64 (untuk urusan game, panutan saya adalah Kanjeng Panembahan Shigeru Miyamoto...). Saya lari ke game klasik PC yang tidak memerlukan spek terlalu canggih... Dan beberapa di antara game-game itu ternyata membekas begitu dalam di memori saya, hingga sekarang. Berikut 10 game favorit saya, disusun berdasarkan ranking:

#10. Age of Empires II

Game RTS pertama yang saya mainkan. Bercerita tentang para panglima perang era pertengahan. Bunyi pedang beradu serta teriakan-teriakan para prajurit di medan perang terdengar begitu vintage di telinga saya. Bahkan sampai sekarang pun, saya masih menganggap AoE II sebagai salah satu game RTS terbaik, walau banyak game strategi baru bermunculan dengan kecanggihan grafik dan gameplay yang lebih memukau.

#09. GTA Vice City

Pertama melihat game ini, saya begitu terkagum-kagum dengan konsep yang ditawarkannya; kita diberi satu kota lengkap dengan berbagai fasilitasnya. Kita berhak keliling ke mana saja di dalam kota, mengambil mobil mana saja yang kita mau, menghajar siapa saja yang kita temui (termasuk para polisi VCPD), dan sederet aksi memukau yang ditawarkannya. Akhirnya saya memang memainkan game ini sampai tamat, walaupun kerap di tengah jalan, komputer saya meringis akibat RAM-nya yang tidak memadai...

#08. Suikoden 2

Game RPG pertama yang saya tamatkan, memiliki kekuatan pada jalan cerita yang sangat bagus, sarat pesan moral, sekaligus line dialog yang hilarious. Karakter yang unik dan tingkat kesulitan yang lumayan membuat saya merasa terikat pada game ini, bahkan hingga saat ini.

#07. Final Fantasy VI

Yah, buat saya RPG yang bagus itu yang jalan ceritanya serta dialognya bagus, lain tidak. Mainstream? Bolehlah dikatakan seperti itu, yang jelas FF VI buat saya benar-benar salah satu game RPG terbaik sepanjang masa.

#06. Broken Sword Series

Hare gene masih main Point-and-Click Adventure? Basi deh...

Tapi Broken Sword memang legendaris. Pertengkaran George Stobbart vs Nico Collard selalu mengundang tawa saya karena muatan sarkasme mereka yang begitu tajam. Walaupun ada perubahan cara bermain pada seri ketiga (The Sleeping Dragon), saya masih tetap menyukainya.

#05. Tomb Raider Series

Tomb Raider adalah kombinasi antara petualangan, ketegangan, puzzle, misteri, dan bokong... Tak peduli bermain di Nokia N-Gage maupun di PC, saya selalu mendapat atmosfir yang menyegarkan yet menegangkan kala memainkannya.

#04. CM/Football Manager Series

Yang manapun, asal keluaran Sports Interactive. Yang jelas di game yang boros resource ini, saya bisa sepuasnya menuangkan gagasan dan ide saya tanpa takut intervensi Massimo Moratti... Namun melihat spesifikasi yang ditawarkan seri terbarunya, sepertinya saya harus melambaikan sapu tangan putih.

03. The Sims

Playing God!
Kita diberi kebebasan sesukanya untuk menciptakan manusia, membuatkannya rumah, memberinya pekerjaan, mencarikan jodoh, dan seterusnya. Konsep yang revolusioner pada zamannya, dan kabarnya sih merupakan game terlaris sedunia.

02. Donkey Kong Country 2

Game yang adiktif! Dengan Diddy dan Dixie saling gendong, mencicit-cicit sambil meloncati peti-peti bajak laut, bergelantungan di akar gantung, menghindari lava, dan berjuang mengumpulkan pisang emas, benar-benar tak terlupakan.

01. Super Mario 64

Hoho! Petualangan si topi merah tukang pipa yang legendaris dalam menyelamatkan putri dari cengkeraman si jahat Bowser. Sudah saya tamatkan berkali-kali, tapi tetap saja masih menarik, dan kini Nadira pun saya "racuni" sehingga kalau pegang komputer mintanya selalu "Main Malio"


Itu tadi terfavorit versi saya. Kalau ada yang favorit, tentu ada yang tidak favorit... Utamanya adalah genre fighting, yang benar-benar tidak saya kuasai, atau game tembak-tembakan macam Counter Strike yang bikin kepala saya justru puyeng karena harus melihat kamera muter ke sana ke mari...

Bagaimana dengan anda? Masih suka main Zuma game?