Balada Hosting Mandiri

“ngurus blog kok kayak ngurusin motor sih bung”

Harry Heller (Feb 2014)

Kronologisnya begini:

Setelah utak-atik dashboard, dapatlah theme yang lumayan nyaman di hati. Tapi ada sebaris tulisan di footer yang kepanjangan, terpotong, dan kurang nyaman dilihat. Tak ketemu pilihan untuk menghapus tulisan, modal nekad, saya editlah itu tulisan langsung di editor, di file functions.php. Hapus sebarisan, lalu…

Lalu blognya gagal diakses… *glek* Bahkan untuk login-pun tak mampu. Untung file teks aslinya sempat saya kopas di notepad. Ya sudah, timpa lagi, dan saya kira masalah selesai. Lalu…

Blog bisa diakses, tapi kok jalannya ‘aneh’ gitu. Plugin gagal update meskipun berkali-kali dicoba, dan halaman maintenance sering muncul. Sepertinya ini minta instal ulang WordPressnya. Jadi…

Saya eksporlah blog ini ke xml. Tak lupa saya backup data seisi blog di Softaculous. Setelah itu, blog dihapus dan diinstal ulang kembali, dan semua tulisan diimpor dari xml tadi. Lah kok malah mentok sampai tulisan tahun 2008 saja yang muncul? Tulisan yang lain mana?? Mana???

Bingung, saya hapus lagi instalan WordPressnya. Sempat terpikir untuk menginstal CMS lain, termasuk menjajal Fork. Tapi setelah diinstal, bukannya tambah ngerti malah tambah pusing. Ya sudahlah balik lagi ke WordPress. Toh semua tulisan masih bisa diakses di backup, cuma nggak ngerti cara impornya.

Akhirnya saya putuskan untuk posting ulang secara manual saja, satu-satu posting kembali diterbitkan. Tulisan di blog-blog lama saya kembalikan ke asalnya, tidak jadi disatukan di sini, mengurangi beban. Setelah postingan selesai, komen-komennya juga tak lupa saya kembalikanlah seperti semula. Theme juga diganti dengan yang ini, yang kelihatan lebih simpel pengelolaannya.

Ya sudah, hikmahnya buat saya jelas, bahwa hosting sendiri itu menggiurkan buat naluri utak-atik file .php, tapi kalau ilmunya kurang malah nambah masalah.

Tagged on: , , , ,

2 thoughts on “Balada Hosting Mandiri