Anjing

Kalau “anjing” yang dimaksud seseorang yang katanya mewakili rakyat itu bermakna “loyal, melayani, dan galak ketika mengendus kejahatan“, mungkin sudah tepat pernyataan entah siapa yang katanya wakil rakyat itu.

Tapi entahlah, bisa saja itu cuma sekadar interjection. Mungkin saja itu hanya penanda kepanikan yang ditekan dalam-dalam. Mungkin ia hanya kehabisan argumen dan tak sempat lagi memilih kata yang lebih, errr, beretika.

Atau mungkin ia cuma lelah…

Tagged on: , , , ,

3 thoughts on “Anjing

  1. Repot

    Mungkin itu bentuk expressi aparatur negara yang merasa tertekan… Atau Abdi masayarakat yang justru mencerminkan dirinya sendiri