Literature

Bahasa

Posted on: Mon, 06 Oct 2008 - 15:02 By: amed

Salah satu obrolan yang sempat diangkat Pakacil di rumahnya adalah soal bahasa. Waktu itu (seingat saya) Pakacil mempersoalkan imbuhan ter- yang bisa berfungsi sebagai paling, di-, sekaligus tidak sengaja. Di sini muncul pertanyaan kenapa Bahasa Indonesia seolah tidak punya aturan yang benar-benar baku dan mengikat terkait pemaknaan dan imbuhan. Muncullah proposisi kalau Bahasa Indonesia memang masih terlalu "payah" dan tata bahasanya jauh dari sempurna.

Satir Yang Menghibur

Posted on: Mon, 28 Apr 2008 - 14:08 By: amed

Banjarbaru, 28 April 2008

Postingan yang sudah lama siap terbit, namun baru sempat dibawa sekarang; setelah kondisi kaki saya memungkinkan untuk ngejogrog di warnet lagi. (FYI, tanggal 11 April lalu saya kena kecelakaan lumayan parah, betis saya yang mulus ciuman sama knalpot, jadi "grilled leg" deh... 2 minggu saya jadi manusia tak berguna, dan baru sekarang bisa bergerak leluasa kembali walau masih terpincang-pincang...)

Subscribe to Literature