Being A Farmer

Banjarbaru, 10 April 2008

“Apabila suatu urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Maka tunggulah kehancurannya.” (HR Bukhari)

Dan bagaimana dengan saya? Apakah hadith tersebut juga berlaku terhadap saya yaa? Masalahnya selain mengajar Bahasa Inggris dan Indonesia (yang relatif lebih saya kuasai) saya juga diharuskan mengajar…

mengajar…

mengajar…

PERTANIAN!!!!!!!

Mam… poesssss….!!!!

Jadi bagi para blogger yang punya basic pertanian, mohon pencerahannya ya, bagaimana cara menebar pupuk dan memegang cangkul yang benar…

*Menangis*

Tags:
  1. jadi gini Om, Aa’
    pertanian itu luas
    ibaratnya internet: ada web 1.0, web 2.0, email, milis dsb

    Nah, ente … pertaniannya yg sebelah mana?
    umum?
    khusus? cuman nanem2 doank?
    atau urusan hama penyakit?
    atau urusan panen

    saya rasa (i feel not i think … penyakit indonesia) … dewa gugel adalah solusinya

    semoga bermanfaat

    Salam hangat dari Bogor
    Bukan Kermit

  2. Dear Amed,

    Mengajar adalah hal yang paling mudah kalo kita menguasai bidangnya, tapi kalo tidak….?sama aja … (I don’t know what to say…). Kayaknya hadist yang kamu pakai diatas akan menjadi kenyataan kalau kamu ga pinter2 ngakalinnya, you r a teacher now…be wise n smart (jangan ngakal2lin murid ya meddd…). Do your best, kalo ga mampu mending bilang ma kepseknya dari pada jadi guru bloon, ga lucu kan….Sori met kalo koment ku keterlaluan, soalnya kita dulu kan juga pernah jadi murid n tau gimana rasanya di dominasi guru…

    Salam
    EveOnlY

  3. intinya adalah bukan orangnya, tafi fesan yang disamfaikan…
    jadi, walofun dikau itu memang bukan orang fertanian, dan tidak mengerti fertanian, samfaikan saja satu ayat, maka sesungguhnya itu adalah sebaik-baik pelajaran……..
    mhuahuahuahua!!!!
    *bersikaf anti-ad-hominem*
    .
    .
    .
    *abis mbaca tag…*
    *nglanjutin ngakak*