Day: 06 October 2008

Bahasa

Salah satu obrolan yang sempat diangkat Pakacil di rumahnya, seusai pesta besar di Madina, adalah soal bahasa. Waktu itu (seingat saya) Pakacil mempersoalkan imbuhan ter- yang bisa berfungsi sebagai paling, di-, sekaligus tidak sengaja. Di sini muncul pertanyaan kenapa Bahasa Indonesia seolah tidak punya aturan yang benar-benar baku dan mengikat terkait pemaknaan dan imbuhan. Muncullah…