Culture

How Many Dogs You Have?

Ahaha, gara-gara Mas Gentole menyinggung soal masakan India di postingannya, saya jadi teringat kembali sebuah cerita lama kala saya kuliah di sebuah kampus yang katanya butut dan ndeso™ itu.

Cerita ini dituturkan oleh seorang dosen senior sekaligus guru besar satu-satunya yang dimiliki Prodi saya. Awalnya beliau bercerita tentang ditugaskannya beliau dan beberapa rekan dari Indonesia ke India yang untuk urusan apa saya kebetulan lupa. Yang jelas setiba beliau dan rekan-rekan (ada sekitar tujuh orang) di India, tentunya ada keinginan untuk berjalan-jalan dan menyicipi masakan khas India.

Masuklah mereka ke sebuah rumah makan, dan melihat daftar menu yang ditawarkan. Ternyata cukup mahal-mahal juga, sampai pandangan mereka terantuk ke salah satu menu yang ternyata paling murah, sekaligus paling besar porsinya. Tanpa pikir panjang mereka memesan masakan tersebut dan dibawa ke hotel, untuk kemudian dinikmati bersama.

Esoknya, karena mungkin lidah mereka cucok dengan menu tersebut, kembalilah mereka ke rumah makan tersebut dan memesan menu yang persis sama. Pemilik rumah makan rupanya masih ingat dengan mereka, dan merasa ada hal yang janggal. Sambil menyerahkan pesanan ia bertanya pada mereka,

How many dogs you have?

Sejenak mereka berpandangan, dan tersadar kalau apa yang mereka pesan hari itu dan sehari sebelumnya adalah. Tapi salah seorang dari mereka cepat tanggap dan segera merespon,

Yes, we have seven!!!


Pesanan pun berpindah tangan dan serta-merta dibawa ke hotel di India oleh rombongan orang Indonesia tersebut…


Apakah yang akhirnya terjadi dengan masakan tersebut? Ah, biarlah itu tetap menjadi misteri…

34 thoughts on “How Many Dogs You Have?

  1. heh? really? well, ada dua pesan moral di sini: satu, jangan pergi ke restauran india tanpa ditemani orang india, dan kedua, jangan pernah beli makanan/menu yang paling murah! b

  2. @ Hera
    Serem ya? Hehehe, kamu belum dengar cerita-cerita beliau yang lain deh kayaknya…

    @ Takodok!
    Scooby snack?

    @ Rezaldo
    Hmmm… di pantai lapar ya?

    @ Gentole
    Gyahahaha… 😆

    Satu lagi, jangan tampakkan ekspresi terkejut di depan orang India, ini menyangkut martabat bangsa! 😈

    @ Grace
    Only in India… Di negara mana lagi hewan-hewan segitu dihargainya coba?

    @ Syafwan
    SEVEN!!! 😆

    @ n!n!ng
    Hehe… Kalo ndak salah beliau bercerita memang saat membahas perbedaan penafsiran…

    @ Manusiasuper
    Kualat? Logikamu melenceng tuan… Insiden India ini terjadi berpuluh tahun sebelum ente disidang! Yang ada justru mungkin karena insiden inilah beliau jadi akhirnya memberimu nilai B…
    Lagian thesis dengan grammar etekewer seperti punyamu itu mau berharap dikasih nilai apa???

  3. @ Rinie
    😛

    @ Nia
    Gpp, beliau moderat kok orangnya…

    @ Cenya95
    Kebagian apa?

    @ Yulianbjm
    Peragakan gayanya pas ngomong jijay, om….

    @ Manusiasuper
    Ngeyel!

    @ Raffaell
    Ah, memang sebaiknya jangan…

  4. @ Ayah
    Ragu-ragu lebih baik kembali… Hehehe…

    *Sorry, komennya kelamaan masuk kotak Spam, baru saya keluarin…*

    @ Udin Gambut
    Gak mau ah, saya maunya Nasi Itik Gambut aja….

    @ Soulharmony
    Siapa yang rakus?

    @ Angga
    Glek…

    @ aNGga Labyrinth™
    Itulah, namanya juga perbedaan budaya…

    @ Almascatie
    Mau saya kasih tau?

    @ Billy Koesoemadinata
    Iya tuh… Semoga menjadi hikmah bagi kita semua….

    @ Emina
    Jadi, kalo gak punya, tetap dimakan ndak? 😈

    @ Cucink
    Salam kenal juga…

    @ Itikkecil
    Mungkin karena anjing menjadi hewan yang dihormati di sana…

    @ Said
    HEH???????? 👿

    @ Agoengsolo
    Salam kenal juga 😉

    @ M Shodiq Mustika
    Iya, cerdas, namanya juga guru besar…

    @ Agorsiloku
    Kalo itu saya ndak tau… sepertinya sih…

    @ Cumie
    Beh, kada bebawaan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *