Konvoi



Ekspresi kegembiraan semu?

Sebenarnya, apa yang mesti dirayakan?
Cita-cita masih terlalu jauh dari genggaman
Meski cap lulus sudah kau dapatkan
Dan tak selayaknya kau luapkan kegirangan
Dengan mengklaim diri penguasa jalanan
Atau corat-coret di seragam kesayangan
Sementara masih banyak saudaramu kekurangan makan

Lalu, kenapa kau masih berjingkrakan?
Merayakan hasil dari proses penuh kepalsuan
Buah karya manusia-manusia bergelar akuntan
Yang merasa berhak menghakimi pendidikan
Ditingkahi pejabat dan politisi karbitan
Yang hanya menjadikan dirimu objek tunggangan
Demi kepentingan sesaat nan menyesatkan

Pun, kenapa masih kau banggakan?
Karena sejatinya hasil yang kau dapatkan
Tak lebih dari sekadar statistik dan perhitungan
Yang idealnya berfungsi sebagai pemetaan
Namun kemudian dipelintir dan dimanfaatkan
Sekali lagi, demi kepentingan sesaat nan menyesatkan

Karena dengannya toh kau belum bisa buktikan
Apakah sudah kau miliki kecerdasan
Atau apakah sudah kau miliki kemampuan
Untuk menaklukan dunia dan kemajuan zaman
Untuk aktualisasi diri dan kehormatan
Bahwa dirimu bermanfaat dan diperlukan
Ataukah hanya jadi sampah di bumi yang kian edan

Posts created 267

11 thoughts on “Konvoi

  1. Bujur Ka-ai,
    “kesenangan sesat yg menyesatkan”
    saya ingat dulu pas kelulusan di jagain Mama di depan SMA dan disuruh pakai baju biasa, hehehhe

  2. “Atau apakah sudah kau miliki kemampuan
    Untuk menaklukan dunia dan kemajuan zaman”

    wuih…. berat om, targetnya

    mungkin disederhakan “menaklukkan diri sendiri, atau tepatnya memenej diri sendiri untuk lebih maju”

  3. Aneh ya lulus kok malah kayak begitu?
    Mbok yo lulus rayakan dengan menyumbang panti asuhan, membantu anak yatim, ato nyumbangin seragam sekolahnya ke tetangga yang membutuhkan, ato bahkan memberi makan tukang becak dan fakir miskin. 🙁

  4. yah, remaja labil kayak gitu deh kelakuannya…
    memalukan sekali, gak kayak orang habis didik.,,
    kalau ulun sendiri dalam selebrasi lulus un ini biasa aja. Lulus gak lulus, itu bukan akhir hidup saya.

  5. Sekian tahun sekolah, dididik, diajari oleh para guru yang bijaksana, dan hasilnya seperti itu?

    Tidak diragukan lagi, ini sudah jelas yang salah pihak anak.

    *ragu-ragu*

  6. Mun kami kadada lalu nang kaituan. Alsannya:
    1. kami di dalam pondok, kayapa jua handak nang kaituan.
    2. kami kada pernah peduli lulus atau kada (sekolahnya ja kulir), soalnya ada ja ijazah pondok gasan maswuk IAIN. haha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top