Football

Internazionale Milano Scudetto Serie-A Season 2009/10

Musim yang menegangkan itu pun berakhir sudah. Cerita perjuangan para “Gladiator” Roma yang fantastis di bawah komando Mr Runner-Up, Ranieri, berakhir antiklimaks. Serie A secara resmi menetapkan FC Internazionale sebagai juara, setelah di pekan terakhir skuad Jose Mourinho menang tipis 1-0 atas tuan rumah Siena.

Ini kali ketiga saya menulis judul serupa. Pertama, tahun 2008, ketika gelar juara Inter, sama seperti tahun ini, juga diraih di pekan terakhir. Ketika itu pesaing terdekat mereka juga Roma. Sementara tahun lalu, gelar juara relatif didapat dengan lebih mudah, dengan keunggulan sepuluh poin di atas dua rival abadi, Juventus dan AC Milan.

Hanya saja, scudetto tahun ini bisa dibilang yang paling istimewa ketimbang dua scudetto sebelumnya (dan saya tidak menganggap scudetto lungsuran tahun 2006 dan scudetto tanpa perlawanan tahun 2007 sebagai sesuatu yang patut dibanggakan).

Ada beberapa hal yang membuat musim ini jadi musim paling berkesan sepanjang 12 tahun saya menjadi Interista.

1. Calciomercato, perfetto!

Tak pernah rasanya Inter sesukses ini dalam jual beli pemain, ditambah pengalaman buruk bursa transfer musim sebelumnya, ketika hanya Sulley Muntari yang lumayan sebagai pelapis Cambiasso, sementara Mancini dan Quaresma benar-benar tak berguna.

Musim ini, betapa Lucio menjadi pilar sempurna untuk lini belakang Nerazzurri, apalagi mengingat si Tengik Materazzi makin tak dapat diandalkan.

Motta menjadi satu elemen penting di lini tengah, dan Sneijder, tak diragukan lagi adalah kepingan puzzle yang telah lama hilang di tim ini.
Satu orang yang mungkin paling kecewa saat ini adalah Zlatan Ibrahimovic! Ambisi besarnya untuk bermain di klub terhebat sejagad raya ternyata berjalan tak sesuai harapan. Sementara Eto’o, pemain yang dikira sudah “habis” sehingga dipaketkan dalam transfer Ibra, justru masih saja bermain apik.

2. Bravo Diegooooooooo!!!!

Akan tetapi, pemain nomor satu di kubu Nerazzurri saat ini adalah, tak lain dan tak bukan, Diego Milito! Gol-gol penentu kemenangan kerap lahir dari pemain yang, semula, saya kira cuma bakal jadi penerus Julio Cruz. Gol tunggalnya di final Coppa melawan Roma, juga ke gawang Siena di pekan terakhir Serie A menjadi dua gol penentu disematkannya dua gelar tersebut di jersey Inter musim depan.

3. Treble Winners Wannabe

Dua gelar sudah di genggaman, tapi itu belum selesai, karena masih ada satu pertandingan yang harus dituntaskan: Final UEFA Champions League, melawan Bayern Munich.

Apapun hasilnya, tim Inter saat ini sudah meraih prestasi yang sangat tinggi, karena sudah 38 tahun mereka tak pernah menjejak final, pun sudah 45 tahun tak pernah juara lagi di ajang ini.

4. Mourinho dan Pers

Si mulut besar makin lama makin tak cocok dengan atmosfer pemberitaan di Italia. Jika selama di Inggris, gaya sarkasme-nya menjadi santapan favorit pers Inggris yang memang terkenal sinis, kultur berbeda di Italia membuatnya jadi hujatan berbagai pihak. Ia tak tahan, bicara didenda, membuat gerakan tertentu dihukum. Akhirnya ia memilih bungkam di sisa musim, dan kembali bicara setelah menggenggam dua gelar, kali ini, gantian membungkam siapa saja yang meragukan kehebatannya.

Dan sekarang, Mou DIPASTIKAN akan ke Madrid. Ya, setidaknya, tanggal 22 nanti ia akan berada di Madrid, dan semoga permanen di sana 😈 .

5. The Victory is Ours

Menang dua kali lawan Milan, menyingkirkan Juventus dan Fiorentina di Coppa, menelikung Roma di dua ajang, pun merumahkan Chelsea dan tim terhebat di dunia, Barcelona di UCL, rasanya seperti mimpi saja. Akan tetapi itulah yang terjadi musim ini, dan fakta bahwa Inter mengoleksi gol terbanyak dan kebobolan paling sedikit jadi bonus lain untuk menunjukkan betapa superior tim ini, musim ini.

Dan untuk itu semua, tak peduli biarpun Maradona jadi orang paling membingungkan sedunia, Javier Zanetti dkk tetaplah juara, dan sedang merintis jalan untuk menjadi tim terbaik Eropa, lalu dunia. Teruslah bermimpi selagi bisa, Forza la Beneamata!

9 thoughts on “Internazionale Milano Scudetto Serie-A Season 2009/10

  1. Akan tetapi, pemain nomor satu di kubu Nerazzurri saat ini adalah, tak lain dan tak bukan, Diego Milito! Gol-gol penentu kemenangan kerap lahir dari pemain yang, semula, saya kira cuma bakal jadi penerus Julio Cruz…

    Persis mirip yang saya pikirkan! 😀 Termasuk membanding-bandingkannya dengan Cruz. Dugaan saya ah, mesti bakal Eto’osentris ini, rupa-rupanya memang sakti ini si Rambo Milito. Pemain tipe anggur, matangnya baru diujung-ujung.

    Berhubung lolosnya tim Jerman yang itu memang meninggalkan rasa ndak sedap di saya (jangan tanya kenapa), apa boleh buat, tolong dituntaskan pekerjaannya. :mrgreeen:

  2. Ah saya pingin Mourinho jadi penerus SAF, malah ke RM… 😐

    @Kgeddoe

    Berhubung lolosnya tim Jerman yang itu memang meninggalkan rasa ndak sedap di saya (jangan tanya kenapa)

    Apalagi ke saya! 😈

  3. @ Kgeddoe
    Ah, dan si pangeran pun terancam senasib dengan si traktor dan si albino… sama-sama korban Maradona…

    Berhubung lolosnya tim Jerman yang itu memang meninggalkan rasa ndak sedap di saya (jangan tanya kenapa), apa boleh buat, tolong dituntaskan pekerjaannya. :mrgreeen:

    Gyahaha, menang tapi menangis itu memang menyakitkan :mrgreen:

    @ Lambrtz
    Satu lagi korban wasit gol tandang 😆

    Anyway, gimana kalau Capello jadi pelatih MU?

    @ Raffaell
    Diego Milito
    Gabriel Milito
    Raffaell Milito :mrgreen:

    @ Nia
    Siapa, Cil pemainnya? Lilian Thuram?

    @ Syafwan
    Punya TV juga percuma, gak ada yang nayangin liga itali ini…

  4. walau tidak mendukung milan, saya liat emang bagus sekali tekhniknya, bertahan dan menyerang dengan tepat, milito juga sanggup memainkan peluang yang diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *