Lima Lagu Sheila on 7 Favorit Saya

Posted on: Sat, 15 Sep 2018 - 23:28 By: amed

Jumat malam (14/9) lalu, Trans7 menayangkan konser Sheila on 7 dari Balai Sarbini. Konser bertajuk "Kisah Klasik" ini diisi puluhan lagu dari sejak album pertama mereka hingga singel terbaru yang dirilis tahun ini. Sheila juga mengajak beberapa musisi berduet dan berkolaborasi dengan mereka di atas panggung. Konser ini jadi pertunjukan yang spektakuler sekaligus sarat kenangan...

Ya, Sheila on 7 hampir 20 tahun lamanya menemani masa muda saya, sejak album perdana mereka ketika saya masih SMA, kuliah, kerja, sampai sekarang. Mendengarkan lagu-lagu mereka yang corny catchy seakan memutar memori ke masa ketika lagu mereka tengah berjaya di stasiun radio kesayangan dan kasetnya beredar dari kos ke kos.

Dari sekian banyak lagu mereka, saya comot lima (sesuai template postingan lagu di blog ini) lagu paling berkesan dan jadi lagu kesayangan saya. Mungkin akan tak sama dengan selera pembaca lainnya, mengingat karya band ini bejibun jumlahnya, dan mungkin masing-masing lagu punya kisahnya sendiri. Yang jelas, lagu-lagu ini seakan punya ikatan batin dengan diri saya saat lagu ini dirilis...

5. Pria Kesepian

Selalu jadi national anthem para pria ngenes yang terdampar dan menumpuk di kosan teman kala kuliah dulu.

4. Yang Terlewatkan

Ketika band ini semakin mendewasa, kisah yang diangkat juga makin rumit. Lagu ini seolah menggambarkan fenomena cinta orang dewasa tersebut dibalut kesederhanaan yang selalu jadi ciri khas mereka.

3. Berai

Lagu patah hati. Masih ada rasa nyesek saban kali mendengarnya.

2. Seandainya

Iya, iya, intronya selalu mengingatkan saya pada No Distance Left to Run.

Lagu persiapan LDR, kembali relatable ketika 2010 saya harus pergi ke Jogja. Baru-baru ini saya nyoba mainin lagunya di gitar, dan ternyata progresi kordnya saya suka sekali. Suatu saat pengen coba ah, meng-cover lagu ini kayak yang dulu Mas Moer sering bikin di FB.

1. Temani Aku

Apa boleh buat, sejak pertama mendengarnya di tahun 2000, lagu ini langsung jadi lagu kesayangan saya. Tak ada memori khusus sebenarnya, hanya mungkin karena sederhana dan gampang dimainkan di gitar, saya jadi suka main dan nyanyiin lagu ini.