10 – About Friends

Episode Glad You Asked-nya Vox di atas membahas mengenai tingkat kesepian yang katanya semakin meninggi justru di masa ketika kita lebih mudah terhubung. Sesuatu yang ironis tentu, bahwa ketika smartphone dan media sosial harusnya mendekatkan yang jauh tetap tak bisa menghindarkan kita dari perasaan kesepian di tengah keramaian.

Masalah dari rasa kesepian ini adalah kita tidak bisa mengatasinya sendiri. Mau tak mau, manusia memilih circle-nya masing-masing. Jadi, beruntunglah mereka yang bisa mendapat lingkaran pertemanan yang ideal sesuai dengan karakternya.

Saya sendiri juga rasanya tak punya banyak teman dekat. Di luar keluarga inti, memilih kawan yang “satu frekuensi” tentu bukan hal yang mudah. Ratusan kontak di hape, hanya sedikit yang terhitung sering nge-chat (di luar urusan kerjaan tentu). Dari yang sering di-chat, bisa dihitung yang rutin ketemuan bareng. Kendala jarak, waktu, dan kesibukan tentu jadi alasan klise pertemanan orang dewasa.

Untungnya sih, saya ini tipikal yang lebih suka jadi pendengar, sehingga menyimak obrolan kawan saat ngumpul atau baca ratusan chat di grup Inner Circle sudah cukup terhibur. Itulah juga mungkin yang membuat saya makin ke sini makin senang dengar acara seperti podcast atau talk show gitu, walau tentu, menyimak obrolan teman-teman jauh lebih relatable soalnya yang digosipin diobrolin lebih dekat dengan kehidupan kita sendiri.

  1. Ini pak amed sama kitin serupa post-nya. Inner circle ya anda berdua? Hehe.
    Btw, kalo di kpop inner circle/inseo itu sebutan untuk fans-nya grup Winner. Sekilas info saja ini pak. Saya inseo soalnya 😆

    1. Eh itu kebetulan aja memang lagi tema yang diangkat sama, sungguh kami tidak ada hubungan yang macam-macam… #klarifikasi

      Aduh, soal K-Pop mah saya nyerah, ga ngerti soalnya saya once, #eh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *