Lima Lagu The Rain Favorit Saya

Setelah pernah membahas lima lagu band luar favorit macam U2 dan Coldplay, mari kembali mengulas lima lagu dari musisi lokal.

Kalau harus memilih satu band yang “gue banget” dari Indonesia, sepertinya saya akan memilih The Rain. Meskipun tak terlalu intens mengikuti mereka mengingat perkembangan karier bermusik mereka juga tidak biasa, saya tetap bisa merasa relate dengan karya mereka. Album pertama mereka rasanya sering saya dengerin MP3 kualitas rendahnya di komputer operator warnet sekitar 2003-2004 dulu dengan lagu-lagu fenomenal macam Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku dan Dengar Bisikku.

Pernah saya bilang, seandainya saya produser musik, mungkin band yang saya bentuk akan seperti The Rain ini, atau seandainya saya bisa bikin lagu, mungkin hasilnya akan mirip seperti lagu-lagu mereka. Bagaimana tidak, saya sangat suka genre musik mereka yang nge-Britpop, bassline dan gebukan drum-nya yang simpel, progresi kord-nya yang kadang dikasih aksen di ujung-ujung, pemilihan sound gitar, warna vokal Mas Indra yang khas, dan yang paling utama: lirik di lagu-lagu mereka yang mengena. Oya, dan saya belum bilang kan, kalau mereka dari Yogyakarta, sama seperti Sheila on 7

Nah, dari sekian banyak lagu yang sudah mereka buat, saatnya saya memilih lima lagu yang menurut saya “gue banget” tadi. Disusun tentu dengan sangat subyektif…

5. Ujung Pertemuan

Salah satu lagu terbaru The Rain yang langsung nyangkut di hati saat mendengarnya. Didengerin intens pas situasi pandemi pula, di mana perpisahan jadi semakin sering terdengar.

4. Gagal Bersembunyi

Lagu inilah yang membuat saya kembali melirik band ini setelah sekian lama. Ya, memang single mereka sebelumnya, Terlatih Patah Hati dapat lebih banyak atensi, tapi lagu yang ini jauh lebih “kena” aja ke saya.

3. Bermain Dengan Hatiku

Single dari album kelima sekaligus yang terakhir mereka di bawah label besar sebelum memilih jalur Indie. Iya, model klipnya itu yang sekarang terkenal sebagai Dilan…

2. Jangan Pergi

Salah satu lagu legendaris dari album pertama mereka tentunya. Kalau live sering dibawain oleh sang gitaris, Om Iwan Tanda, yang sekilas mengingatkan saya pada Mas Joesatch

1. 1995

Adududuh, ini lagu paling “lengkap” lah menurut saya. Britpop-nya dapat banget, dengan lirik yang sangat nostalgik, dan saya sudah jatuh hati sejak pertama mereka merilis album Jabat Erat di 2016 lalu.

ingat kita bagai takkan terkalahkan, tak perlu tujuan
waktu bergulir, beku mencair, dan tak akan terulang


Itulah lima lagu dari The Rain yang kerap mengisi playlist saya di kala suntuk. Sepertinya akan ada beberapa musisi lagi yang saya jadi ada ide untuk dipajang di blog ini…

Tags:
  1. the Rain, yg menurut saya di beberapa sisi ngikut2in gayang So7. Tapinya kenapa di antara deretan lagu di atas tidak ada lagu satu2nya yang saya akrab & sukai, yaitu Barisan Para Mantan?

    1. Kalo dibilang ngikut Sheila nggak juga sih, sama-sama akarnya dari Britpop mungkin iya, tapi bisa dibedakan kok warna musik Sheila vs The Rain…
      Barisan Para Mantan itu ada dibahas lagu #4 di mana saya mencantumkan judul resminya (Terlatih Patah Hati), nggak terlalu relate ke saya aja, mungkin karena saya nggak punya banyak mantan… #eh

      1. oh inggih, hanyar sadar. Dan pernyataan nggak punya banyak mantan itu artinya pian ini selektif sekali dalam memilih mantan. sungguh luarbiasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *