14 – Describing My Style

Kalau urusan fesyen, panutan saya tentu adalah band ini:

Grup idola itu kadang merupakan representasi aspirasi terdalam kita yang kadang berbenturan dengan realita, memang.

Idealnya, saya memang lebih suka pakai kaos oblong atau polo lengan pendek, celana jins, dan sendal jepit. Kombinasi favorit banget lah udah. Nyaman dan tak ribet.

Sayangnya, karena tuntutan profesi, lemari malah harus dipenuhi kemeja dinas, batik dan sasirangan, celana kain, dan atribut lainnya.

Jadilah, situasi pandemi saat ini yang tak mementingkan penampilan membuat saya makin bebas ke sekolah dengan pakaian seenaknya. Toh ga ngajar tatap muka juga, hehe.

Soal rambut, ga pernah bisa manjangin rambut sampai gondrong gitu sih, paling ya sampai jadi poni lempar itu juga udah kerepotan. Pertama saya ketombean parah, sehingga rambut panjang = boros sampo = mubazir. Kedua, tentu karena teguran dari orang-orang yang mementingkan penampilan. Jadilah, mode rambut favorit saya adalah gundul. Tak heran di lingkar terdekat pertemanan, saya kerap dipanggil Ndul.

Saya juga nggak biasa pakai aksesoris seperti kalung, gelang, apalagi anting. Polosan lebih nyaman. Cincin juga satupun tak punya, walaupun tren akik dulu sama sekali tak membuat saya berminat. Jam tangan, nah ini yang saya bingung. Entah kenapa seringkali mant, eh ada orang yang ngasih jam tangan ke saya buat kado. Parahnya ya itu, saya tak pernah awet pakai jam. Selalu lupa naroh entah di mana. Saat ini ada sih, beli Mi Band gitu, tapi ya itu, keseringan lupa dipakai juga…

Leave a Reply

Your email address will not be published.