16 – Someone I Miss

Tantangan menulis lama mentok di topik ini, karena beneran bingung cari orang. Mau cerita soal mantan kok terkesan infatuatif sekali. Bahas sosok lain juga masih nggak nemu yang pas.

Sampai tepat tanggal 31 Juli 2021, Ibu saya meninggal dunia.

Semuanya berlangsung begitu cepat. Nini sudah sakit dari seminggu sebelumnya, dan entah firasat atau apa, adik mengajak saya menginap saja di di Banjarmasin. Saya nginep dari Rabu (28 Juli) tapi masih bolak-balik ke sekolah, sementara adik mengajukan cuti dari kantornya di Pelaihari.

Jumat (30 Juli), kondisi Nini makin drop, dan di tengah puncak efek varian Delta, kami harus menginapkan beliau di rumah sakit.

Semalaman kami menjaga beliau di IGD, dan tepat jam 5.15 pagi, beliau meninggal dunia.

Usai prosesi pemakaman, masalah belum berakhir. Giliran saya yang ikutan sakit, demam tinggi dan nyeri di sekujur tubuh. Sudah saya prediksi sih, semalaman menjaga Nini di ruangan berisi 30-an pasien dengan gejala hampir sama: sesak napas dan batuk-batuk gitu, resiko saya terpapar Covid-19 tinggi sekali.

Esoknya saya diajak adik tes, dan hasilnya saya positif sementara adik negatif. Suntik vitamin, ke dokter beli obat, dan saya pun isolasi mandiri di Banjarmasin. Semua tugas dan kerjaan dilupakan, fokus ke pemulihan. Beberapa gejala varian Delta ikut saya rasakan; hilang penciuman dan rasa, tak mampu menelan makanan, menggigil sampai halu, dan yang paling tak nyaman, muntah. Syukurnya, mungkin karena saya sudah vaksinasi, tubuh masih bisa melawan, dan setelah seminggu, Sabtu 7 Agustus, badan mulai berangsur membaik.

Usai Nini tiada, rumah Pal 6 tentu tak lagi sama. Selama PPKM level 4 di Kalsel, Kayi ikut adik saya ke Pelaihari. Saya sendiri kemudian tenggelam dalam kesibukan sehingga baru setelah hampir dua bulan, awal Oktober lalu baru sempat balik nengokin ke Pal 6.

Apakah saya berduka, sedih dan terluka dengan kepergian beliau? Tentu saja.

Hanya saja, setiap ada peristiwa di luar kuasa saya, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menerima.

Dan penggalan The Prophet dari Kahlil Gibran kembali terngiang.

Your pain is the breaking of the shell that encloses your understanding.
Even as the stone of the fruit must break, that its heart may stand in the sun, so must you know pain.
And could you keep your heart in wonder at the daily miracles of your life your pain would not seem less wondrous than your joy;
And you would accept the seasons of your heart, even as you have always accepted the seasons that pass over your fields.
And you would watch with serenity through the winters of your grief.


Dira dan Nini, 2016

Tenang di sana ya, Ma…

8 thoughts on “16 – Someone I Miss

  1. turut berduka. bagaimanapun kita manusia cuma bisa berusaha sebaik-baiknya, sekuat-kuatnya, kadang sedih pun tidak bisa tidak ada juga…

    semoga dimudahkan dan dikuatkan. sudah di tempat yang baik beliaunya. *jabat erat*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *