Serba-Serbi Linux Akhir 2020

Cukup lama nggak update perkembangan pemakaian Linux saya sekian bulan terakhir, gegara ikut apa itu tantangan menulis yang akhirnya mentok di hari ke-12. Nanti lah kalau rasa ringan hati disambung lagi. Sekarang saya pengen bahas sedikit soal pemakaian Linux saja di beberapa perangkat yang saya gunakan. Peppermint OS 10 Respin Saya install OS ini di […]

Continue Reading

Setahun bersama realme XT

Tahun 2020, syukurnya sesuai janji, saya nggak beli gadget baru, masih betah dengan realme XT. Tak terasa, Desember ini sudah genap setahun saya bersama ponsel keluaran adik tirinya Oppo ini. Saatnya bikin sedikit ulasan mengenai hape ini. Masalah dengan hape zaman now adalah, perkembangannya pesat sekali melebihi daya beli. Dulu, kayaknya hape umur 2-3 tahun […]

Continue Reading

02 – Things That Make Me Happy

If it makes you happyIt can’t be that badIf it makes you happyThen why the hell are you so sad? Sheryl Crow (1996) Duh, baru juga satu postingan yang dicicil udah nunggak lama… Oke, mengenai topik kali ini, sebenarnya saya nggak susah-susah amat kok nyari kesenangan. Saya bukan yang hobi traveling jauh-jauh apalagi sampai baper […]

Continue Reading

01 – Describing Personality

Duh, saya nggak suka nih topiknya. Entah kenapa, saya lebih suka mendengar orang lain bercerita soal dirinya, ketimbang membicarakan diri sendiri. Saya juga lebih suka membahas hal di sekitar yang saya temui, ketimbang apa yang saya rasakan. Bahkan di blog, makin ke mari saya juga makin jarang curhat, lebih suka membahas hobi, kesibukan, dan oprekan […]

Continue Reading

Writing Challenge dan Konsistensi

Lagi-lagi ada writing challenge gitu melintas di timeline saya usai ngeliat Om Warm dan Kak Kimi posting ginian. Jadi pengen ikut tapi ragu-ragu, soalnya mood menulis saya ini parah sekali konsistensinya. Tapi tak apa lah, dicoba aja dulu semampunya, mumpung eh ini lagi baru penyegaran ganti theme yang lebih minim maintenance. Nulisnya juga mungkin bakal […]

Continue Reading

Bertualang di KDE

Kalau saya ditanya, apa Desktop Environment (DE) favorit saya di Linux, mungkin saya bisa langsung jawab GNOME. Alasannya? Karena itu aja yang sering dipakai, sesederhana itu. Jawaban ini membuat saya merasa seolah ganti DE itu tak semudah gonta-ganti distro. Hal itu terbukti saat saya mencoba MX Linux, di mana saya langsung gak sreg dengan tampilan […]

Continue Reading

Mencoba MX Linux

Ketika ganti mesin, SSD sepenuhnya saya format sebagai partisi sistem, sementara Harddisk lama dijadikan penyimpanan utama. Nah, di HDD sebenernya masih ada partisi kosong bekas instalan Ubuntu. Di sinilah saya kepikiran untuk menambahkan satu distro sebagai sarana eksperimen. Pertanyaannya, mau pakai distro apa? Yang langsung terpikir adalah MEPIS; rasanya kepingin bernostalgia dengan distro pertama saya. […]

Continue Reading