Lima Alasan Menggunakan Manjaro

Catatan: Postingan kali ini ditulis dari MX Linux :)) Setelah ganti mesin dan banyak mengutak-atik Manjaro, tak bosan saya mengatakan, ini distro Linux paling nyaman buat dipakai sejauh ini. Saya memutuskan menjadikan distro ini sebagai daily driver di Mandalorian karena beberapa alasan berikut. 1 – Arch + GNOME = Cantik Sejak boot ke Live USB, … Read more

Mencoba Manjaro

Sejak pertama migrasi ke Linux hampir setahun ini, tak banyak distro yang saya coba. Zorin atau Kubuntu misalnya, cuma sekadar diunduh ISO-nya, dicoba bentar, bingung, lalu diganti yang lain. Sempat juga bereksperimen di USB Drive dengan Peppermint dan Puppy Linux, dan hasilnya kurang lebih sama: banyak bingungnya. Hitungannya baru tiga distro yang benar-benar pernah dicoba … Read more

Merakit PC (Lagi)

Call me old-fashioned lover boy, tapi kalau disuruh memilih, saya lebih suka bekerja di depan PC dibanding laptop. Entah kenapa, ada nuansa yang tak bisa terganti ketika klak-klik mengetik di keyboard besar diiringi suara kipas casing. Memang, sekarang keberadaan PC makin tergeser oleh perangkat macam laptop dan gadget portabel lainnya. Laptop dan smartphone memang lebih … Read more

Menjajal Bermain Game di Linux

Setelah laptop, objek oprekan Linux berikutnya adalah PC lama saya. Kebetulan di rumah ada PC yang sudah cukup berumur, dipakai sejak 2012. Prosesor-nya cuma AMD APU A-4 3400 dengan RAM 4GB. Yang agak lumayan cuma VGA-nya yang saya tambah kartu grafis HIS Radeon HD 6570. Hampir setengah tahun ini PC ini nganggur karena harddisk-nya error. … Read more

Balada Distrohopping: Menjajal Solus OS

Sebenarnya Elementary OS adalah distro yang sangat bagus buat pemula Linux. Dengan tampilan yang cantik ala macOS ditambah pengaturan yang dibuat simpel, tak ada masalah yang terlalu berarti saat saya menggunakannya. Hanya saja, karena saya ini suka merepotkan diri sendiri mencari tantangan baru, saya pun tergoda untuk mencicipi rasa distro lain yang beredar di pasaran. … Read more

Elementary OS Setelah Dua Pekan

Sebagai seorang total noob di dunia per-Linux-an, migrasi dari Windows adalah perkara besar buat saya. Hanya saja, karena saya ini suka menyiksa diri sendiri tantangan baru, saya tetap bertahan dengan Elementary OS. Nah, setelah dua minggu, setelah sekian hal yang terjadi, berikut kesan saya menggunakan distro ini. Bingung Linux pastinya banyak bedanya dengan Windows, dan … Read more