Gus Mus – Negeriku

Negeriku mana ada negeri sesubur negeriku? sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu, dan jagung tapi juga pabrik, tempat rekreasi, dan gedung perabot-perabot orang kaya di dunia dan burung-burung indah piaraan mereka berasal dari hutanku ikan-ikan pilihan yang mereka santap bermula dari lautku emas dan perhiasan mereka digali dari tambangku air bersih yang mereka minum bersumber […]

Continue Reading

Ternyata Nietzsche Itu…

Selain dikenal sebagai seorang filsuf, adalah juga seorang penulis puisi, provokator, penghujat, dan motivator andal… Wah seandainya beliau ada di era sekarang, mungkin bakal seperti Stephen Covey, Ary Ginanjar atau Mario Teguh hidupnya… *oleh-oleh usai menyaksikan pembacaan karya-karya puisi Nietzsche di Cine Club FBS UNY, 22 September 2010* Anyway, ada kutipan menarik dari Mas Agus […]

Continue Reading

Malam Lebaran

Bulan di atas kuburan (Sitor Situmorang) Teringat kembali Pak Guru Bahasa kala SMA Panjang lebar bercerita tentang sebaris klausa Memaknai misteri kata, penyair, bulan dan lebaran Mengambil hikmah dari segempil pengalaman Malam lebaran setiap tahunnya seakan terus bermakna Tak peduli semenjemukan apapun ia Di tengah gegap gempita jalan raya Ataupun tafakur seorang hamba di sudut […]

Continue Reading

Gadis Peminta-Minta

Setiap bertemu, gadis kecil berkaleng kecilSenyummu terlalu kekal untuk kenal dukaTengadah padaku, pada bulan merah jambuTapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecilPulang ke bawah jembatan yang melulur sosokHidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapanGembira dari kemayaan riang Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedralMelintas-lintas di atas air kotor, tapi yang […]

Continue Reading

Build Me A Son

Ketika seorang rekan mengeksploitasi masa lalunya menceritakan kembali kenangan manisnya dulu, saya ikut teringat pula satu peristiwa mengesankan yang pernah saya alami. Peristiwa tersebut (juga dinukilkan di paragraf kelima oleh rekan saya di atas) adalah saat malam terakhir, sebelum saya dan rekan-rekan serta adik-adik mahasiswa baru meninggalkan Belangian. Malam terakhir, seperti kemping-kemping kebanyakan, kerap disebut […]

Continue Reading

Achtung!!!

Banjarmasin, 23 November 2007 Oleh-Oleh Kita bukan lagi derak-derak bebatuan dan alas kaki Atau bisik-bisik kecil pemecah sunyi Bukanlah lagi warna-warni asing bagi hijau Ataupun percik-percik tertimpa kemilau Beberapa dari kita telah berbeda Walau ini masih setapak yang sama Dalam setetes peluh yang diserap tanah Ada simfoni merdu yang alam telah gubah Gemuruh menyimpan tanya […]

Continue Reading