EyD: Ejaan Yang Dipaksakan?

Akhirnya, semester genap nan hectic pun berlalu sudah. Setelah selama empat bulan lebih hari-hari saya diisi dengan membuat resume, makalah, presentasi, sampai menjajal jadi pembicara di seminar internasyonal, akhirnya perkuliahan ditutup dengan sepuluh hari ujian akhir; satu tes tertulis di kelas, dan enam tugas untuk diselesaikan di rumah. Kamar berantakan, buku berserakan, cemilan berhamburan. Dan […]

Continue Reading

ELT, Sejarah dan Keresahan Saya

Semasa kuliah dulu, seorang kawan pernah curhat terkait mata kuliah Bahasa Inggris yang diikutinya kepada saya. Ia satu universitas dengan saya, hanya beda fakultas; saya di FKIP, dia di FEKON. Ia bercerita bahwa dosennya kala itu lebih banyak bicara masalah grammar, dengan kelas campuran di aula, hingga 100-an mahasiswa, dan soal ujian yang (menurutnya) sulitnya […]

Continue Reading

Bahasa

Salah satu obrolan yang sempat diangkat Pakacil di rumahnya, seusai pesta besar di Madina, adalah soal bahasa. Waktu itu (seingat saya) Pakacil mempersoalkan imbuhan ter- yang bisa berfungsi sebagai paling, di-, sekaligus tidak sengaja. Di sini muncul pertanyaan kenapa Bahasa Indonesia seolah tidak punya aturan yang benar-benar baku dan mengikat terkait pemaknaan dan imbuhan. Muncullah […]

Continue Reading

Menang Kuis!

Banjarmasin, 12 Januari 2007 Beberapa hari yang lalu Bunda kirim SMS. Isinya “Yah, kita menang kuis Majalah Kangguru. Dapat DVD, Notes sama Pulpen”.Pikiran saya langsung kembali ke tiga bulan yang lalu, saat Bunda titip minta kirimkan jawaban kuis dari Majalah Kangguru via e-mail. Waktu itu tema majalahnya adalah transportasi, sedang kuisnya cukup mudah untuk saya […]

Continue Reading