Blogging, Personal

02 – Things That Make Me Happy

If it makes you happy
It can’t be that bad
If it makes you happy
Then why the hell are you so sad?

Sheryl Crow (1996)

Duh, baru juga satu postingan yang dicicil udah nunggak lama…

Oke, mengenai topik kali ini, sebenarnya saya nggak susah-susah amat kok nyari kesenangan. Saya bukan yang hobi traveling jauh-jauh apalagi sampai baper backpacker-an gitu. Perjalanan terakhir ke Malang-Jogja awal tahun lalu juga bukan kegiatan yang terlalu membahagiakan; banyak kesal sepanjang jalan malahan. Saya juga nggak terlalu hobi koleksi barang mahal atau antik, juga nggak doyan olahraga atau kegiatan outdoor lainnya.

Jadi, apa saja kegiatan atau hal menyenangkan di waktu senggang apalagi masa pandemi gini waktu senggangnya banyak kali?

Pada suatu tempat di awal 2008
  • Main game
    Hiburan utama buat saya itu game dan prinsipnya jangan sampai kerjaan mengganggu hobi satu ini. Di PC, saya senang bereksperimen bikin pabrik di Factorio sama mengelola koloni di Oxygen Not Included. Di hape, saat ini yang rutin sempat dimainkan cuma Knights Chronicle dan CoD Mobile, walau yang diinstal bejibun.
  • Ngoprek PC/Laptop/Smartphone
    Satu lagi kegemaran saya adalah nge-geek. Dunia Windows dan dalemannya cukup lah dikuasai, bahkan lumayan menghasilkan juga di beberapa kesempatan. Sekarang, Windows sepenuhnya ditinggalin demi nekat nyebur ke Linux walau belum bisa berenang. Hape Android juga kerap jadi korban oprekan, walau makin ke sini makin berkurang ke-ekstriman oprekannya berhubung Android makin matang sehingga saya tinggal terima dan siap makai.
    Gara-gara hobi ngoprek ini saya juga dipercaya mengelola lab komputer, bahkan sempat dikirim ke Jogja segala.
  • Traveling
    Nah, Jogja, destinasi pilihan pertama saya kalau ditanya pengen jalan ke mana. Sayangnya kendala waktu dan terutama dana membuat terbatasnya kesempatan berkunjung sejak lulus kuliah 2013 lalu. Tercatat saya cuma sempat empat kali ke sana lagi.
    Sesekali piknik tipis-tipis ke pantai atau bukit kekinian juga lumayan menyenangkan, asal jangan model karyawisata bersama para boomers mapan gitu, bosenin plus annoying sangat, trust me… Saya terakhir ke pantai akhir tahun lalu, lalu nggak sempat ke mana-mana lagi sebelum disambung pandemi.
  • Fotografi
    Masih terkait jalan-jalan, memotret jadi garapan wajib saban ke suatu tempat. Sayang, pas pandemi hobi ini agak terbengkalai sehingga Nikon D3300 kesayangan juga terlalu lama menganggur.
  • Nonton film & series
    Saya suka semua terkait Star Wars dan Middle Earth, semua film Pixar dan Studio Ghibli, serta kreasi sutradara Chris Nolan, Richard Linklater dan Jon Favreau. Saya juga suka period drama dan rom-com, atau genre lain yang terkait sains-teknologi. Tidak, horor tidak menghibur buat saya, maaf.
  • Nonton klub favorit
    Inter dan Liverpool FC adalah dua klub kesayangan sejak SMA. Sering bapuk juga mainnya, tapi ada masa-masa jaya juga lah. Inter punya memori treble 2010, sementara musim lalu performa mereka lumayan menjanjikan bersama Conte. Liverpool juga pernah meraih treble 2001, tampil ajaib di Instanbul 2005, serta saat ini lagi bagus-bagusnya di era Klopp.
  • Menyendiri
    Yang kenal dekat mungkin sudah hapal betul betapa saya nggak suka keramaian. Jadilah, jika bener-bener suntuk saya memilih menyendiri. Entah sekadar putar-putar kota sendirian, atau kalau nggak ada orang di rumah bisa seharian main game, ngoprek, nonton, atau sesekali ngeblog kayak saat ini. Usai kelar pelatihan di Jogja, saya sempatkan juga ke utara, meski masih jauh dari Merapi tapi udah cukup lah bikin bahagia.

Sebagai tambahan, contrary to popular opinions, berikut hal yang kerap dikira bisa membahagiakan saya, padahal tidak juga:

  • Makanan
    Tidak, makan enak bukan hobi yang terlalu saya minati. Kebetulan pula, yang bisa saya makan itu terbatas, sehingga ujung-ujungnya yang dipesan atau dimasak ya yang itu-itu saja. Mentang-mentang badan begini, bukan berarti makan itu aktivitas nan membahagiakan.
  • Difoto
    Iya, saya suka memotret tapi justru kerap mati gaya kalau harus difoto.
  • Tampil
    Meski udah sering ngajar dan tak terhitung bicara di depan orang banyak, sampai saat ini saya masih tetap tak suka tampil di depan orang banyak. Bukan soal grogi atau tidak siap sih, karena toh materi yang diberikan biasanya sudah saya hapal di luar kepala. Hanya saja, saban kali ngajar, apalagi pernah dari pagi ngajar tiga kelas, disambung ngajar di kampus, dan malamnya privat, itu exhausting sekali dan energi yang harus di-charge kayak banyak banget.
  • Hangout
    Terakhir, demi kehidupan sosial nan duniawi, kadang kita harus menyanggupi undangan ketemuan sama teman lama, bukber, atau reunian. Sama kayak ngajar, ini juga melelahkan. Untungnya, baik usai hangout maupun ngajar, ngisi ulang energinya cukup mudah. Tinggal menyendiri dan melakukan hobi yang sudah saya sebut di atas, besoknya energi udah penuh lagi.

Demikianlah untuk postingan kedua. Pengen nulis pendek saja kok ya malah jadi kebanyakan cerita. Ya sudah lanjut ke postingan berikutnya lah.

6 thoughts on “02 – Things That Make Me Happy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *